Rasa itu, entahlah sejak kapan dia tumbuh dengan suburnya di dalam hatiku ? Seingat ku, aku tak pernah memeberinya pupuk ataupun menyiramnya dengan teratur. Namun, dia tumbuh dengan begitu cepat dan membuatku tak nyaman.
Rasa itu, merupakan rasa manusiawi yang pasti di miliki oleh setiap insan manusia. Tetapi, aku ingin rasa itu tumbuh di waktu dan saat yang tepat. Bukan hanya rasa yang mengisi kekosongan jiwa, yang tercipta atas hasrat dan keinginan sesaat sehingga semua yag di pikirkan seolah wajar dan mem"benar"kan perasaan itu.
Sudah cukup lama, rasa itu tidak kurasakan. hingga akhirnya pada saat ini dia datang kembali. Aku tak tahu kapan pastinya rasa itu datang, namun di awal aku selalu menolak jika itu di sebut "Rasa itu". Aku hanya menganggap itu adalah perasaan ku yang seolah - olah menyetujuinya.
Jika rasa itu memang benar adanya, ku harap kau bisa bersabar dan tak membuat ku terlena karena ada hal - hal yang lebih penting dari hanya sekedar memikirkan "rasa" yang belum jelas ini. Ya, rasa ini bisa tumbuh mungkin karena ruhiyah ku yang sedang menurun, fikriyah ku yang tak ku tambah, sehingga dengan mudah perasaan - perasaan itu tumbuh subur.
"Duhai hatiku, bersabarlah kelak kita akan berdamai dengan "Rasa Itu".
Sudut kamar 22-2-15. 10:44


