Senin, 05 Januari 2015

Moment When I See The World

Assalamualaikum...



Hari ini sama seperti hari biasanya, masih dalam suasana liburan semester genap, masuk kuliah masih satu minggu lagi, tetapi apa yang akan kita bagi pada catatan kecil ini ? Liburanku kali ini liburan yang biasa saja, hanya dirumah bermalas -malasan tak ada yang menarik, tetapi itu hal yang aku suka liburan dirumah, karena "gue sebenernya anak rumahan banget". ini adalah moment yang jarang banget bisa dilakuin kalo udah masuk kuliah, mengingat semester kemarin yang begitu padat jadwal, jadi kali ini aku begitu menikmati hari - hari dirumah.

Jadi apa dong yang bakal di share di Catatan kecil ini klo liburannya biasa aja ? Okedeh kita nostalgia mengingat moment 21 tahun lalu aja lah ya ^_^, yah pada hari Rabu, 5 Januari 1994, telah lahir seorang anak perempuan pertama dari pasangan yang baru menikah pada 18 Maret 1993. Baby tersebut lahir pada usia kandungan baru memasuki 9 bulan mungkin belum tepat 9 bulan, dan dilahirkan dengan bantuan balon.. wah betapa menyusahkannya ya hehe.. Lahir tanggal 5 Januari 1994 pukul 01.00 WIB, di RS Cipto Mangunkusomo Jakarta dengan berat badan 2,5kg dan panjang 48cm.. wah kecil banget ya 2,5kg kaya berat beras aja...

Foto Pada usia beberapa bulan


*Pengennya sih masang foto waktu bayi, tapi karena gak ada jadi  yang ada ajalah yaa*
Anak perempuan itu kini gak sekecil itu, dia sudah tumbuh menjadi seorang gadis putri yang gak kurus tapi gak gemuk juga sih. berkat kasih sayang kedua orang tuanya dia sudah  tumbuh besar hingga sekarang berusia 21 tahun, yaakkk ternyata saya udah tua, tapi tetep aja mainnya sama anak SD hehe,,

Di usia yang bisa di bilang gak muda lagilah yah, dan dimana sisa hidupku berkurang satu tahun, aku berharap apa yang teman - teman doakan  untuk diri ini dapat tercapai semua dan semua doa teman - teman dapat kembali kepada diri kalian juga.. terimakasih atas doa nya, kadonya, puisinya.. Gomawo :)

Harapanku yang paling penting semoga bisa segera selalu membahagiakan, membanggakan, dan memberikan yang terbaik untuk ummi dan abi, karena mereka berdualah hal yang paling berharga di dunia ini..


Catatan kecil ini ku tulis agar aku bisa selalu mengingat bagaimana perjuangan seorang ibu yang begitu luar biasa berjuang mengorbankan nyawanya hanya untuk melahirkan seorang anak ini, agar dapat melihat dunia..

Dari seorang anak yang sedang belajar menulis, mencari jati diri...
Sudut kamar 05.01.15, 23 : 59